Langsung aja gais, jadi di akhir pekan ini, pikiranku teralihkan oleh postingan dari coach Lex de Praxis di facebook tahun 2016 dan twitter tahun 2015 dan 2016. Jadi, kiriman kali ini akan banyak pelajaran dari beliau (dengan edit seperlunya), bukan murni opiniku. Yuk dibaca yuk. Eh sebelum baca, sebenernya aku itu bingung, aku kuliah di Elektro, tapi kok demennya belajar beginian ya? Kasih saran dong buat aku di kolom komentar ya, tapi dibaca dulu.
Jadi, nyambung itu terkait soal chemistry, nyaman itu terkait soal security. Kalau terpaksa pilih salah satu di antara dua orang itu, lebih baik pilih yang nyambung.
Nyambung itu jauh lebih penting daripada nyaman. Nyambung cara pikirnya, nyambung ambisi hidupnya, nyambung cara debatnya, nyambung kematangan emosionalnya, dsb. Hal itu lebih krusial daripada rasa nyaman. Lagipula, nyaman itu bisa diolah belakangan. Ingat-ingat perasaanmu ketika pertama kali mengemudikan motor, sepeda, atau public speaking, pasti rasanya gak nyaman kan? Tapi seiring waktu, perlahan-lahan bisa beradaptasi dan nyaman melakukan hal itu.
Bila nyaman bisa diusahakan sendiri secara perlahan-lahan, nyambung amat sangat sulit karena mengharuskan usaha konstan dari pihak lain juga. Jika hanya salah satu pihak yang berusaha, hampir pasti tidak akan bisa nyambung. Itu sebabnya, jika tidak nyambung dari awal, umumnya sih makin lama hampir pasti akan makin menjauh, terpisah, diskonek.
Lalu, apa aja sih kriteria nyambung?
1. Nyambung berarti dua belah pihak tidak perlu usaha besar atau melelahkan saat berkomunikasi, ngobrol terasa mudah, diskusi terasa responsif. Jadi, waktu bisa dihabiskan untuk memikirkan solusi daripada memikirkan cara-cara menyampaikan pikiran dan menyatukan pikiran.
2. Nyambung berarti dua belah pihak malah makin akrab sebagai tim ketika menghadapi masalah/tekanan. Kalau berasa satu tim, ga betah tuh lama-lama berantem, ga peduli siapa yg benar salah, masing-masing gatel ngedeketin ngobrol becandaan lagi.
Itu semua harus terjadi di dua belah pihak. Kalau salah satu saja yang merasa nyambung, sedangkan pihak satunya tidak, ya berarti tidak nyambung.
Kalau aku pribadi sih suka wanita yang sama atau lebih hebat/pintarnya dibanding aku, tapi nyambung pas ngobrol. Karena rasanya akan tersiksa jika seumur hidup gak nyambung ngobrolnya.
Lampiran #selfreminder buat masa depan:
Sekali lagi, terima kasih buat coach Lex de Praxis atas ilmu berharganya. Terima kasih juga buat yang udah mampir di blog ini. Semoga Riau segera terkondisikan, karena asap sudah membuat saudara kita di Riau banyak yang terkena ISPA.




Tidak ada komentar :
Posting Komentar