Samir Nasri (26 Juni 1987) memang dikenal sebagai muslim yang taat. Pemain 27 tahun ini dibesarkan di Kota La Gavotte Peyret, bagian dari daerah Septemes-les-Va llons, sebelah utara Marseille, Prancis. Dia adalah keturunan Aljazair dan anak tertua dari empat bersaudara.
Ibunda
Nasri, Ouasilla Ben Said, adalah ibu rumah tangga. sang ayah, Abdelhafid Nasri,
dulunya sopir bus sebelum memutuskan menjadi manajer anaknya. Kakek Nasri
adalah warga Aljazair lalu pindah dan menetap di Prancis. Sejak
kecil, orang tua mendidik Nasri dan ketiga adiknya dengan nilai-nilai Islam.
Mereka hidup sederhana. Maklum pendapatan bapaknya tidak besar. Kelihaian
Nasri ditemukan oleh pencari bakat Freddy Assolen. Dia mengatur dan memboyong
lelaki ramping ikut kompetisi sepak bola anak-anak untuk melawan akademi klub AC
Milan dan Juventus.
Dasar
mujur, sepulang dari ajang itu, klub sepakbola Prancis, Marseille, menawarkan
beasiswa pelatihan kepada dia. Sewaktu mulai bermain sepak bola, dia
menggunakan nama belakang ibunya, Ben Said. Tetapi setelah terpilih dalam tim
nasional Prancis usia di bawah 16 tahun, dia memakai marga ayahnya, Nasri.
Sejak itu, bakat Nasri mulai dipoles.
Nasri
mulai meningkatkan kemampuan dari teknik sepak bola jalanan ke keterampilan
tingkat tinggi. Dia menyerap pelajaran dengan cepat dan mengesankan pelatihnya.
“Dia dapat melakukan apapun dengan bola. Cara dia membawa bola dan operannya
sangat baik. Tendangan kaki kiri dan kanannya sama-sama bagus,” kata Freddy
Assolen.
Beberapa
pihak menilai dia layak menjadi penerus Zinedine Zidane. Meski begitu, agama lebih penting daripada sepak bola bagi dia. Dia tidak malu memperlihatkan identitasnya sebagai muslim. Nasri bahkan tetap melaksanakan puasa di bulan Ramadan meski harus berlaga di lapangan hijau selama 90 menit. Shalat lima waktu tidak pernah dia
tinggalkan. Gelandang serang ini selalu menadahkan kedua telapak tangan seraya
membaca Surat Al- Fatihah sambil menundukkan kepala sebelum peluit ditiup
sebagai tanda pertandingan dimulai.


Tidak ada komentar :
Posting Komentar