Hantaran untuk menyalurkan arus listrik dari PLN itu terdiri dari hantaran fase dan netral. Hantaran netral pada sumbernya dihubungkan dengan ground (tanah). Nah, mengapa arus listrik dapat menyengat tubuh manusia? Kesetrum atau dalam bahasa ilmiah disebut sengatan listrik (electric shock) adalah sebuah fenomena dalam kehidupan. Secara sederhana kesetrum dapat dikatakan sebagai suatu proses terjadinya arus listrik dari luar ke tubuh. Sengatan listrik dapat terjadi karena kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot atau rambut. Ketika tersengat lsitrik, terdapat beda potensial (arus dari potensial tinggi ke rendah) sehingga muncul tegangan listrik antara tubuh dan lingkungan kita.
Seperti yang diketahui, bahwa bumi atau tanah memiliki potensial yang rendah. Hal ini akan menyebabkan listrik akan selalu mencoba mengalir ke bumi dari sumber tegangan melalui konektor. Maka dalam kasus kesetrum, manusia berlaku sebagai konektor atau konduktor karena pada tubuh manusia komponen air lah yang paling besar presentasenya. Semakin basah atau lembab kulit manusia maka hambatan listrik kulit makin kecil sehingga akan makin mudah terjadi setrum sehingga arus listrik makin mudah mengalir membuat kontak antara dua titik di sirkuit (sumber tegangan dan bumi).Kesetrum dapat digambarkan sebagai akibat dari tegangan kejut (surge voltage) yang mengenai tubuh manusia. Terutama tegangan kejut yang bertegangan besar. Walaupun tegangan PLN 110/220V AC, tetapi tegangan seperti ini tetap dapat menyebabkan bahaya apabila tersentuh anggota tubuh seseorang. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa kesetrum berbahaya karena tubuh manusia berlaku sebagai konduktor, padahal kapasitas dalam tubuh tidak sesuai dengan arus yang mengalir sehingga dapat mengganggu kerja tubuh. Dalam tubuh manusia terdapat listrik tegangan rendah yang mengalir (misalnya pada saraf, gerakan jantung, dll) sehingga bisa mengakibatkan kerja tubuh menjadi tidak sesuai karena ada gangguan aliran listrik tersebut.
Arus minimum yang dapat dirasakan oleh manusia besarnya sekitar 1 miliampere (mA). Arus yang tingi dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau fibrilasi, muscle contraction, tissue burns. Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan saraf dengan kontrol, terutama pada jantung. Bahkan terdapat sengatan listrik yang dapat menyebabkan kematian (electrocution). Secara umum, arus yang mendekati 100 mA dapat mematikan jika arus tersebut melewati bagian sensitif dari tubuh.
Dan perlu Anda ketahui, tegangan yang dianggap aman bagi manusia ialah ≤ 50 volt. Di atas tegangan itu (110 volt, 220 volt, 330 volt, dsb) sangatlah berbahaya bagi manusia, karena dapat mengakibatkan cacat, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin Anda kurang memperhatikan dan meremehkan keselamatan diri Anda sendiri terhadap kecelakaan yang ditimbulkan oleh listrik, padahal sewaktu-waktu bahaya dapat mengancam. Berikut ini penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan listrik yang harus diwaspadai dan yang sering Anda jumpai :
a.Kabel yang terbuka.
Kabel bebas yang terpasang pada instalasi baru/lama yg mungkin bertegangan, tdk terhubung dg baik.
b.Jaringan dengan hantaran telanjang.
c.Peralatan listrik yang rusak.
d.Peralatan listrik dengan rangka dari logam.
Rangka peralatan listrik dapat bertegangan apabila terjadi kebocoran arus.
e.Penggantian kawat sekring.
Penggantian kawat sekring/menambah kawat pd sekring dpt menyebabkan kebakaran pd instalasi listrik.
f.Pemasangan steker T yang bertumpuk-tumpuk.
Steker T yang tidak terhubung dengan kuat akan menimbulkan percikan api, dan dapat memicu kebakaran.
g.Penambahan instalasi sendiri.
Pemilihan kabel dan pemasangan semaunya sendiri akan membahayakan instalasi itu sendiri.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar